Selasa, 29 September 2009

blue chips online

blue chip adalah sebuah istilah dalam pasar modal yang mengacu pada saham dari perusahaan besar yang memiliki pendapatan stabil dan liabilitas dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Istilah ini berasal dari istilah di kasino, di mana blue chips mengacu pada counter yang memiliki nilai paling besar. Saham blue chip biasanya memberikan dividen secara reguler, bahkan ketika bisnis berjalan lebih buruk dari biasanya.

Beberapa blue chip saat ini berada di harga yang cukup murah serta memiliki potensi kenaikan yang cukup besar antara lain :
BBRI TP 5000
BBCA TP 3500
BMRI TP 2500
BDMN TP 4000
UNTR TP 5000
AALI TP 9000
PTBA TP 8000
TLKM TP 6000
PGAS TP 2000
AUTO TP 4000
UNVR TP 8600
Saat ini abah tidak berani memberikan terget yang terlalu tinggi, walau secara FA bisa lebih tinggi lagi namun ada baiknya tetap berhati – hati. Saham – saham blue chip yang sebelumnya tertekan dalam memiliki potensi kenaikan yang tinggi juga…
Ada kalanya strategi “SELL THE WINNER. BUY THE LOOSER” bisa berlaku..(BLUE CHIP)

Hallo para reksadanar’s,

Saya mau shering pengalaman saja bagaimana step step awal saya kenal Reksadana (selanjutnya disingkat RD).
Sekitar bulan Agustus 2007 saya mau mencairkan dana tabungan pendidikan buat anak saya yang masuk ke TK B.
Saya sudah menabung secara rutin 300rb/bulan selama kurang lebih 1 tahun. Pada saat pencairan dana, Saya dan istri saya cuma bengong melihat angka yang di dapat dari tabungan tsb. Kok penambahannya sedikit sekali yach (dalam hati).

Lalu saya tanyakan ke CS Danamon memang bunga nya berapa,.. CS hanya menjawab dengan enteng “sekitar 4,7% pertahun pak”. Lalu saya berfikir kalau inflasi saja bisa menyentuh 5-6% 1 tahun, berarti tabungan saya tidak ada artinya dong. Lalu saya berfikir bagaimana cara untuk melipat gandakan uang dengan cara Halal tentunya.

Waktu itu sedang BOOMING ORI ke 3 dengan bunga sekitar 9% lebih. Wah boleh juga nich di ambil. Setelah kasak kusuk cari informasi akhirnya ternyata minimal harus 5 juta rupiah. Wah tabungan saya belum cukup untuk di endapkan di ORI.

Setalah beli majalah k**t*n edisi khusus mengenai “Cara kaya dengan reksadana” saya jadi tergugah untuk membeli UP (Unit Penyertaan). Dan membeli buku buku yang mengenai reksadana dan tak luput internet di jadikan sarana untuk gali informasi.

Dan akhirnya saya mengenai www.danareksa.com dan memutuskan untuk membeli UP nya. Kenapa di danareksa? Alasan saya simple
1. Minimum pembukaan account yang hanya 1 juta saja (terjangkau buat saya)
2. Setoran selanjutnya minimal 500rb
3. Cara buka yang mudah cukup kirim email permohonan ke InfoCenter@danareksa.com dan besoknya sudah di followup oleh MI (manajer Investasi)
4. Perusahaan milik pemerintah (plat merah coy)

Saya dikirimkan email yang berisi prospectus dari masing masing RD yang di miliki danareksa.
Setelah saya mengisi profil investor, ketahuan hasilnya bahwa saya tipikal investor moderat (hehe belum berani menaggung resiko besar)

Saya ambil RD Mawar Agresif (berbasis saham), RD Syariah berimbang (campuran) dan RD Gebyar dana liquid (pasar uang), dengan setoran awal masing masing 1juta saja. Saya ingin mempelajari dulu ke 3 produk tersebut 3 bulan kedepan,.

Oke, sampai disini dulu nanti akan saya shering lagi gimana serunya perjalanan saya dalam mengikuti 3 danareksa ini.

agen dinar iraq indonesia

arif wicaksana
jl anila III 9C/21 SOWAJAJAR II malang,hp:0857 3608 5554

email: otomatic.system@gmail.com

Dibanding saham, bermain options membutuhkan modal lebih rendah, tapi peluang untungnya sama-sama tinggi. Toh, pemain tetap harus mewaspadai risikonya. Inilah pengalaman sejumlah pemain options. Options trading memang kurang familier di telinga kita. Jangankan bicara tentang options, untuk saham saja yang telah ada di Bursa Efek Jakarta (BEJ) sejak akhir 1970-an, saat ini masih banyak orang yang belum ngeh. Toh, itu bukan halangan bagi orang-orang yang haus investasi. Meski instrumen options belum likuid diperdagangkan di Indonesia, para maniak investasi produk derivatif ini memburunya hingga ke luar negeri. Tidak perlu terbang langsung ke Chicago untuk bertransaksi, cukup diakses via Internet.

Abraham Lembang termasuk pemain options cukup lawas. Sejak lima tahun lalu ia sudah piawai mengail untung dari perdagangan options. Ilmu tentang seluk-beluk berdagang options ia pelajari secara otodidak. Bahkan, tidak segan-segan ia beberapa kali datang langsung ke Chicago Board Options Exchange (CBOE) manakala ada ekspo untuk menimba ilmu. Hasil belajar sendiri itu ia praktikkan dengan bermain langsung di bursa options serta mendirikan lembaga pendidikan tentang options di Indonesia.
Menurut Abraham, options adalah suatu kontrak formal di mana pemegangnya mempunyai hak, tapi bukan kewajiban membeli atau menjual suatu underlying/saham pada jumlah tertentu, harga strike tertentu, dalam jangka kontrak tertentu pula. Singkatnya, options merupakan turunan underlying saham yang diperdagangkan di lantai bursa.

Transaksi options mempunyai tiga komponen utama. Pertama, underlying, yaitu saham yang menjadi acuan produk derivatif ini. Kedua, strike price. Harga strike adalah harga kontrak di mana pemain options harus membayar atau menerima underlying bila saham di-exercise. Maksud kata “exercise”: aktivitas saat pemain options melaksanakan haknya membeli atau menjual suatu underlying saham yang menjadi acuan options yang dipegang. Ketiga, expiration date, yakni batas tanggal terakhir jangka kontrak options. Jadi, options memang terikat umur atau jangka tertentu. Biasanya 2-4 minggu, tapi ada juga yang tahunan.

Tak bisa dimungkiri, options memang lebih kompleks dibanding saham. Tak mengherankan, jurus berinvestasinya pun sangat banyak. Dalam bermain saham, cuma dikenal posisi buy dan sell, sedangkan di options ada 70 strategi yang dapat diaplikasikan pada kondisi pasar saham sedang naik (bullish), turun (bearish) ataupun stagnan (sideways). Misalnya, strategi saat harga saham naik sedikit atau signifikan, ketika harga saham turun tipis atau tajam, manakala harga saham tidur lama atau cepat, dan sebagainya.
Adapun posisi transaksi options hanya mengenal dua metode: call dan put. Call options diartikan hak membeli suatu underlying pada strike price dalam jangka khusus. Kalau harga suatu underlying/saham sedang naik, otomatis harga call options juga terkerek. Sebaliknya, bila harga saham turun, nilai premium call options-nya juga ikut merugi.

Sementara itu, put options adalah hak menjual suatu underlying pada strike price tertentu dalam jangka tertentu. Di sini, jika harga saham turun, justru memicu keuntungan bagi pemegang put options. “Istilahnya kalau main saham, potensi untungnya bersifat satu arah karena hanya mengharapkan saat harga saham naik. Sementara jika main options, kesempatan untungnya dua arah, bisa terjadi manakala harga saham naik maupun turun. Inilah daya tarik options,” Abraham menjelaskan. Menariknya, dengan call options, pemain tetap bisa mencuri untung meski harga saham tidak bergerak.
Fleksibilitas options inilah yang membuat Abraham kepincut meliriknya. Boleh jadi pemikiran pemain lain juga begitu, soalnya ia memperkirakan kini ada 5.000-an orang Indonesia yang bermain options di CBOE. Pertimbangannya, dikatakan Abraham, CBOE adalah bursa options pertama, terbesar dan paling likuid di dunia. Di CBOE ada kontrak options atas 10 ribu saham yang listing di New York Stock Exchange (NYSE).
Sementara Abraham terdorong fleksibilitas dan terkontrolnya risiko options, Andre Sylvester dan Deddy Suganda punya motivasi lain mengapa tertarik options. Andre mengaku kenal instrumen options sejak kuliah master finance di GrooningenUniversity, Belanda. “Waktu itu saya diajari ilmu options,lalu saya tertarik praktik ikut-ikutan main dalam jumlah kecil. Kalau serius main, ya satu tahun terakhir,” ujar lelaki kelahiran Surabaya, 1976, yang menambah ilmu dengan mengikuti kursus singkat options di Jakarta itu. Sementara Deddy tergiur options lantaran terkait dengan bidang usaha yang ditekuni. Ia bekerja di PT Universal Broker Indonesia yang terlibat untuk meramaikan revitalisasi pasar opsi di BEJ. “Tujuannya untuk belajar dan saya main sejak satu tahun lalu,” ujar Deddy yang mengalokasikan dana US$ 20 ribu untuk bermain options.
Cara untuk bergabung menjadi pemain options cukup mudah. “Mula-mula kita daftarkan diri ke broker asing yang memfasilitasi lewat Internet. Alamatnya bisa di http://www.optionsexpres/ dan http://www.interactivebroker/,” tutur Andre. Setelah itu, calon pemain harus mentransfer uang deposit minimal US$ 2 ribu. “Dalam waktu seminggu kemudian aplikasi kita bisa disetujui dan langsung bisa dagang options,” Deddy menimpali. Biasanya pasar CBOE dibuka dua sesi perdagangan pada pukul 09.30-16.00 waktu Chicago.
Kapan momentum tepat masuk pasar options? “Tergantung corporate action apa yang terjadi di kalangan emiten CBOE,” ucap Deddy yang lulusan Jurusan Akuntansi Universitas Trisaksi itu. Bagi Abraham, tidak ada aturan baku, karena kapan pun pemain masuk selalu ada peluang. Bukankah potensi capital gains options bisa diraih manakala harga saham naik, turun dan diam? “Kalau strategi sudah benar, momentum kapan masuk options tidak terlalu penting. Berbeda dari transaksi valas yang sangat memprioritaskan momentum,” kata Abraham yang juga menjadi Direktur Institute of Options.
Jenis options yang dipilih tergantung pada selera pemain. “Kalau saya, sih macam-macam, ada Starbucks, Apple, atau perusahaan travel,” tutur Andre yang getol pula bermain saham, forex dan indeks. Pertimbangan pemilihan jenis options itu atas dasar fundamental perusahaan serta kondisi supply and demand industri itu di pasarnya. Deddy lain lagi. Ia lebih menyukai options saham-saham blue chips di NYSE, seperti Google atau sektor teknologi informasi lainnya.
Frekuensi transaksi options bebas ditentukan. Andre terbilang cukup aktif, lantaran tiap hari pasti main. Maklumlah, ia bekerja di perusahaan keuangan milik keluarga, sehingga lebih leluasa waktunya untuk bermain di instrumen ini. Berbeda dari Abraham yang baru sempat main 3-4 kali seminggu. Adapun Deddytergantung pada kesempatan, karena ia sibuk bekerja sebagai direktur salah satu perusahaan investasi.
Hedging adalah strategi bermain options yang dianggap paling ampuh bagi mereka yang tidak risk taker. “Sebenarnya, options untung dengan cara di-hedging atau lindung nilai,” Deddy menerangkan. Selain hedging, menurut Abraham, secara teoretis strategi options pun ada leverage (daya ungkit). Hedging cocok untuk pemain yang profil risikonya konservatif atau moderat. Sebaliknya, leverage boleh dipakai pemain yang karakternya risk taker, karena potensi untung dan risikonya sangat tinggi.
Berapa besar potensi untungnya? “10% sudah cukup bahaya,” ujar Abraham menegaskan. Namun, ada pula orang yang bisa menangguk untung 200% semalam atau sekali transaksi, tapi itu hi-risk. “Kalau saya, cukup untung 5%-6% per bulan, asalkan aman dan kontinyu. Jumlah 5%-6% itu pun dalam US$ lho, jadi cukup gede nilainya,” kata Abraham lagi. Selain capital gains, ia mengatakan, return options bisa didapat dari dividen. Dividen ini berasal dari options berdurasi jangka panjang yang disewakan ke pihak ketiga. Pengalaman besaran untung yang diraih Deddy dan Andre tak terpaut jauh dari Abraham. Keduanya bersikap moderat; Deddy mengaku kisaran untungnya 4%-5% per bulan, sedangkan Andre 4%.
Risiko kerugian yang mereka alami nyaris impas dengan peluang untungnya. Menurut Abraham, probabilitas ruginya: jika 10 kali main, risiko ruginya dua kali. “Berdasarkan pengalaman saya, kerugian bisa ditekan 5%-10% per bulan,” ujarnya. “Karena potensi untung yang saya capai sekitar 4%, kemungkinan ruginya saya batasi maksimal 4% pula atau sebatas nilai kontrak options,” Andre menguatkan opini Abraham. Untuk Deddy, kerugian yang dideritanya minus 3%-4% per bulan.
Ketiganya mengakui sikap serakah adalah alasan utama mengapa seorang pemain gagal berdagang options. Abraham mengungkapkan, sebetulnya main options itu isinya 60% psikologi, 30% manajemen risiko dan 10% strategi. Jadi, main strategi apa pun percuma jika kita serakah. Itulah sebabnya, pemain dituntut sabar, mampu mengontrol emosi, serta tidak mudah iri hati jika ada teman yang untung besar dari options.
Abraham, Andre dan Deddy sepakat bahwa prospek bermain options cukup cerah. Apalagi, jika options bisa diperdagangkan lebih marak lagi di BEJ. Mereka pun tidak ragu lagi meningkatkan portofolionya. “Saya siap menjadi market maker-nya jika options ada di BEJ,” kata Abraham yang enggan terang-terangan menyebut total investasinya di options. Adapun Andre tidak menutup kemungkinan menambah lebih dari 60% portofolionya di keranjang options. Deddy agak konservatif dengan menyebut angka sedikit di atas 20% portofolionya siap ditanamkan di options.

BOKS 1:
Strategi Optimalkan Keuntungan
Abraham Lembang: Disiplin dengan hedging, karena potensi untung kecil dan risiko kecil. Sebaliknya, kalau strategi leverage, peluang untung besar, tapi risikonya juga sangat tinggi. Selalu ambil posisi put options (jual), tidak pernah call options (beli), sehingga tidak terancam risiko besar. Contoh: jika ia membeli saham Telkom di harga Rp 10 ribu, lalu andaikan harga saham itu dalam perkembangannya jatuh di harga Rp 8 ribu, ia masih bisa menjual lagi options saham Telkom di harga Rp 10 ribu. Jadi, untuk posisi put options-nya, ia masih untung. Prinsip transaksi: untung tinggi tidak ada artinya jika probabilitasnya kecil sekali. Sebab, itu sama dengan lotere.

Deddy Suganda: Strategi main options selalu hedging. Pasalnya, opsi ini seperti beli premi asuransi. Kalau kondisi pasar crash, masih bisa dapat untung. Memadukan posisi put dan call options
Andre Sylvester: Pasti melakukan hedging guna menghindari risiko tinggi. Mengambil posisi put options jika ia memprediksi harga saham akan naik. Indikasinya bisa dibaca dari fundamental. Demikian juga sebaliknya, jika harga saham diramalkan bakal turun, ia suka posisi call options.

BOKS 2
10 Prinsip Bermain Options Trading

1. Jangan menginvestasikan lebih dari 5% modal untuk single trade/satu kontrak transaksi.
2. Tidak melakukan investasi lebih dari sekali trading per malam atau lima kali trading per minggu.
3. Berinvestasi demi orang-orang yang paling berarti dalam hidup Anda. Orang tersebut bisa pasangan, anak, orang tua, saudara atau teman Anda. Bahkan, bisa demi Tuhan Anda.
4. Menyisihkan sebagian keuntungan Anda untuk orang-orang yang paling berarti bagi Anda tersebut setiap bulan.
5. Bekerja keras melakukan analisis fundamental, analisis teknis dan gapping analysis agar memiliki pemahaman yang lengkap dan cermat tentang perusahaan dan pasar.
6. Senantiasa punya kerendahan hati untuk belajar dari pasar sehingga Anda tidak akan menghancurkan dan mengubah prinsip, melainkan selalu mengikuti prinsip.
7. Memiliki hati yang bersih dan pasar akan memberkati Anda dalam bentuk return.
8. Selalu melakukan persiapan yang sungguh-sungguh menghadapi pasar: melengkapi diri dengan sikap dan ketangkasan untuk belajar secara konstan dan terus-menerus.
9. Tetap tekun ketika bernasib malang di pasar.
10. Selalu memiliki passion dan memilih hidup, bekerja dan bermain secara bebas (to live, work and play freely).
Dr. Clemen Chiang, Freely Business School, Singapura.
(swa)

sejak kira2 hampir 3 pekan gw mulai maen saham, BUMI HAMPIR setiap hari menjadi TOP VOLUME di transaksi bei … gw ga tau persis, sebenarnya apakah sebelumnya sudah selalu menjadi TOP VOLUME di bei … dugaan gw seh mungkin sudah mulai sejak bumi berada di level Rp.1000 per saham … mungkin bisa diperkirakan sejak 1 bulan yang lalu sudah menjadi TOP VOLUME … nah, gw pernah juga bilang bumi ini pantes masuk LQ45 lagi, terbukti sudah ada analis bayaran yang bilang bahwa bumi bisa dijadikan saham penampungan investor blue-chips juga … nah ini pertanda apa … menurut gw sih, artinya mengonfirmasikan pandangan gw, sebagai orang bodoh ini … he3…

14/05/2009 – 06:46
IHSG: Alihkan ‘Bluechips’ ke BUMI
Asteria & Ahmad Munjin

(inilah.com /Bayu Suta)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (14/5) berpotensi menguat terbatas. Beberapa saham masih mendapat rekomendasi terutama BUMI. Bahkan investor bisa mengalihkan koleksi saham bluechips ke BUMI.

Pengamat pasar modal Dandossi Matram memprediksikan, IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan kenaikan. Hal ini didukung sisi teknikal, dimana IHSG masih berada dalam trend penguatan hingga satu atau dua hari ke depan.

“Apalagi transaksi di pasar sangat aktif dengan nilai sangat besar mencapai Rp 8-9 triliun,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, semalam. Namun, karena indeks telah mengalami kenaikan cukup pesat dan bursa global bergerak tipis, penguatan IHSG akan terbatas,

“IHSG hari ini bisa naik maupun turun di bawah 1% dari angka penutupan kemarin pada level 1.851,33,” tambahnya. Saham yang direkomendasikan adalah saham-saham berbasis komoditas. Hal ini terkait trend kenaikan harga minyak mentah dunia yang berpotensi memicu kinerja emiten.

Salah satu saham yang direkomendasikan adalah PT Bumi Resources (BUMI). “Saham komoditas terutama BUMI akan menjadi market leader dalam kenaikan indeks hari ini,” jelasnya lagi.

Ia pun menyarankan pemegang saham blue chips beralih ke emiten primadona ini, mengingat potensi kenaikan saham-saham unggulan yang sudah terbatas. Misalnya saja PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) yang kini berada di level Rp 2.700 dari Januari di kisaran Rp 2.000.

“Kenaikan saham bluechip sudah tidak terlalu besar lagi, sedangkan BUMI masih berpotensi naik banyak,” imbuhnya. Dandossi menilai saham-saham Grup Bakrie masih melanjutkan kenaikan hari ini. Namun potensi kenaikan saham PT Bakrie Sumatra Plantations (UNSP) terbatas, karena sudah mengalami penguatan cukup tinggi.

Ia pun merekomendasikan saham berfundamental bagus dari sektor properti. Pasalnya, kenaikan sektor ini belum signifikan. ”Tapi harus hati-hati karena tidak semua properti baik,” pungkasnya.

Head of Research PT BNI Securities, Norico Gaman juga memprediksikan IHSG hari ini masih mampu melanjutkan penguatan, dengan ekspektasi kenaikan bisa menembus level 2.000. “Tapi level 2.000 ini baru akan tercapai dalam waktu kira-kira dua bulan ke depan,” katanya.

Ia memperkirakan, indeks masih akan bergerak volatile seiring pergerakan bursa regional. Namun, ia meyakini IHSG belum akan terkoreksi karena bursa sebenarnya masih berada dalam trend menguat.

Selain itu, naiknya harga komoditas akan menopang saham berbasis komoditas, yang mempunyai kapitalisasi pasar cukup besar. “Dengan kecenderungan ini, indeks akan stabil menuju level 1.900 untuk mendekati level 2.000,” paparnya.

Saham yang juga direkomendasikan adalah berasal dari sektor energi. Hal ini mengingat harga minyak dunia yang cenderung naik dengan ekspektasi di level US$ 60 per barel.

Beberapa saham yang menjadi pilihan Norico adalah PT Bumi Resources (BUMI), PT Bukit Asam (PTBA), PT Indo Tambangraya Megah (ITMG), PT Adaro Energy (ADRO) maupun PT Indika Energy (INDY). “Investor bisa akumulasi saham-saham ini karena ada potensi naik,” katanya.

Saham sektor perbankan juga disarankan, terkait ekspektasi meningkatnya dividen seiring laporan keuangan kuartal pertama 2009 yang cukup memuaskan. Penguatan rupiah terhadap dolar AS juga menjadi sentimen positif bagi saham sektor perbankan, karena berpotensi mengurangi tekanan terhadap rugi kurs. “Saya sarankan beli PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan PT Bank BNI (BBNI),” imbuhnya.

Pada perdagangan Rabu (13/5), IHSG ditutup menguat 9,310 (0,51%) ke level 1.851,332.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatat transaksi yang sangat ramai hingga 214.320 kali pada volume 31.350 juta lembar saham senilai Rp 9.092 triliun. Sebanyak 154 saham naik, 51 saham turun dan 58 saham stagnan.

Emiten-emiten yang kemarin menguat antara lain PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) melonjak Rp 700 ke level Rp 18.650, PT United Tractor (UNTR) naik Rp 400 menjadi Rp 9.350, dan PT Gudang Garam (GGRM) melonjak Rp 300 le level Rp 8.400.

Sementara PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 150 menjadi Rp 6.000, PT Semen Gresik (SMGR) menguat Rp 100 ke level Rp 4.525, PT Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 50 menjadi Rp 2.725, PT Truba Alam (TRUB) naik Rp 37 menjadi Rp 142 per unitnya.

Sedangkan emiten yang melemah antara lain PT Telkom (TLKM) anjlok Rp 250 ke level Rp 7.250, PT Samudera (SMDR) turun Rp 225 ke level Rp 4.000, PT Bukit Asam (PTBA) merosot Rp 200 ke Rp 10.300, PT Astra International (ASII) melemah Rp 150 menjadi Rp 19.150, dan PT International Nickel (INCO) yang terkoreksi Rp 125 ke Rp 3.700.

Saham PT London Sumatra (LSIP) juga melemah Rp 100 ke level Rp 5.900, PT Aneka Tambang (ANTM) yang turun Rp 60 menjadi level Rp 1.990 dan PT Timah (TINS) turun Rp 10 menjadi Rp 1.970 per unit.